Kolaborasi asik dilakukan oleh penyanyi asal Thailand, Pyra, bersama rapper perempuan asal Indonesia, Ramengvrl. Mereka juga menggandeng rapper asal Jepang, Yayoi Daimon, untuk menggarap single kolaborasi.
Pyra sendiri merupakan musisi yang mengusung genre dystopian pop dengan sentuhan hip hop. Sejak ia memulai debut pada tahun 2016 lalu, Pyra berhasil mencuri perhatian banyak orang, dirinya masuk di jajaran New Artist dari Apple Music saat itu, selain itu ia juga dinobatkan sebagai JOOX Spotlight Artist tahun 2018. Ia juga masuk dalam daftar The NME 100: Essential Emerging Artists for 2021.
Ketiganya merilis single berjudul Yellow Fever. Pyra, Ramengvrl, dan Yayoi mengusung tema yang unik dengan menyoroti isu sosial berkenaan dengan masyarakat di Asia. Di 'Yellow Fever', Ramengvrl, Pyra, dan Yayoi Daimon tampak mengekspresikan rasa muak terhadap stereotip yang kerap disematkan pada orang Asia, terutama kepada kalangan perempuan.
Tema seperti ini bukan hal baru bagi PYRA, ia dikenal sebagai musisi yang kerap menggunakan musimnya sebagai medium untuk mengkritik atau menyampaikan pesan seputar keadilan sosial, perubahan iklim, feminisme, hingga kesehatan mental.
Nah, melalui Yellow Fever ini, Pyra menyoroti peran gender konvensional yang hari ini sudah tak relevan, ketidaksetaraan ras, dan juga perampasan budaya. Melalui single ini, Pyra mengangkat para wanita Asia melalui kreativitasnya.
"Yellow fever adalah fetish menjijikkan terhadap wanita Asia. Dan ya, kami sudah muak dengan itu,” ungkap Pyra terkait single ini, mengutip dari siaran persnya.
“Lagu ini menjadi katalis untuk sebuah perubahan. Perubahan tidak akan pernah datang jika kamu cuma duduk dan menunggu. Perubahan dimulai dari sendiri,” jelasnya.
Baca juga: Fakta Menarik Ramengvrl: Rapper Wanita Indonesia yang Mendunia
Lirik Lagu Yellow Fever Pyra ft Ramengvrl dan Yayoi Daimon
Tell me one more time how you love us
Ask me 'bout the price, tell you how much
Don't have to tell your favourite color
Bet you think we're all made in China
Bet you think the yellow screams louder
And all Bangkok babies are designer
Bet you wondering if I got a vagina
Wow, that's crazy
Yellow fever
Everybody wanna be her
Yellow fever
Get in line, follow the leader
Yellow fever
She'll make you a believer
Yellow fever
Get in line, follow the leader
I'm not your fetish, not your trophy, not your muse
Muay Thai on you bad guys, baby, I don't do kung fu
What you say, ching-ching-a-ling, baby, I am so confused
(Please, stop fetishizing asian bodies, thank you)
Bet you think we all wear Sailor Moon skirts
Only Japanese girlies in your porn search
Hentai tentacles make the pervs squirt, what? (Ah, eww)
Yellow fever
Everybody wanna be her
Yellow fever
Get in line, follow the leader
Yellow fever
She'll make you a believer
Yellow fever
Get in line, follow the leader
All my girls get down on the floor
All my girls get down on the floor
All my girls get down on the floor
All my girls get down on the floor
你好 谢谢你 (bitch) No, I'm not Chinese
I am mix of a bit of everything, are you surprised? Bitch, please
Yes, my eyes are low, but no, I don't speak arigatou
I know you fetish is spreading on me white and yellow like an egg yolk
All my girls get down on the floor
All my girls get down on the floor
All my girls get down on the floor
All my girls get down on the floor
Single solo terakhir Pyra adalah 'Bangkok', dirilis pada Oktober 2020, yang Pyra persembahkan untuk aktivis politik Thailand yang meninggal atau hilang saat berjuang "demi kebebasan dan demokrasi di kerajaan Thailand".
Sementara itu, Ramengvrl yang sudah merilis 10 single sejak 2016 akhirnya merilis album debut pada 2020 bertajuk Can’t Speak English. Tiga single utama yang pertama dilepas adalah
Vaseline”, “Look At Me Now”, dan “The Emo Song".
Album yang rilis pada 20 November 2020 itu berada di naungan Juni Records dan label asal Amerika Serikat Empire. Sebuah label yang juga pernah merilis karya dari nama-nama besar seperti Iggy Azalea, Snoop Dogg, XXXTENTACION, dan masih banyak lagi.
Ramengvrl mengungkapkan, secara garis besar “Can’t Speak English” memiliki pesan untuk mengajak para pendengarnya agar menjadi diri mereka sendiri tanpa perlu takut akan suatu hal.
“Jangan sampai tekanan sosial ataupun keraguan mu sendiri menghalangi kalian untuk mencapai mimpi-mimpi yang kalian cita-citakan,” tutur Ramengvrl mengenai album perdananya.
Sementara itu, rapper Jepang Yayoi Daimon juga menjalani tahun 2020 dengan berbagai kesibukan. Ia merilis tiga EP dan serangkaian single--yang semuanya sangat mendukung pemberdayaan wanita.
Image source: Twitter/Onlypyra
Article Category : Super Buzz
Article Date : 24/03/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :