Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ninja Tune, Semangat DIY di Ranah Pop Elektronik

Mungkin banyak yang mengasosiasikan semangat DIY sebagai sebuah elemen pergerakan dalam skena musik punk. Nyatanya, semangat tersebut juga cukup memengaruh berbagai macam aspek lainnya di lintas industri musik. Salah satunya dapat ditemukan pada Ninja Tune yang merupakan sebuah label rekaman yang terafiliasi dengan genre musik pop elektronik seperti, dance, hip hop, dan juga experimental music. Semangat DIY yang terdapat pada Ninja Tune ini lahir dari kedua pendirinya, yaitu Matt Black dan Jonathan More yang juga memiliki kelompok musik bernama Coldcut. 

Keduanya mendirikan Ninja Tune sebagai bentuk kebebasan berekspresi dalam bermusik untuk lepas dari aturan maupun regulasi yang harus dipatuhi ketika mereka tergabung dalam perusahaan rekaman besar. Ide mendirikan Ninja Tune tersebut hadir saat mereka berdua sedang berkunjung ke Jepang di tahun 1990. Hingga saat ini, Ninja Tune masih memegang teguh pendiriannya untuk menjadi sarana dalam pengembangan musik di skena underground untuk ranah musik pop elektronik. Ninja Tune juga diklaim sebagai salah satu label musik yang visioner dan mumpuni dalam menyajikan ragam rilisan dari berbagai turunan genre musik pop elektronik oleh banyak pihak di industri musik dan juga ranah independen. 

Sepulangnya dari Jepang, kedua duo yang tergabung dalam Coldcut ini kembali di Inggris untuk segera mempersiapkan materi album ketiga mereka untuk pertama kali dirilis melalui Ninja Tune. Tercatat dalam sejarah bahwa, album ketiga Coldcut berjudul Zen Brakes merupakan rilisan pertama yang keluar dari produksi Ninja Tune. Namun, demi menghindari permasalahan kontrak kerja sama, Coldcut harus mengganti nama mereka menjadi Bogus Order saat perilisan album perdana di bawah Ninja Tune. Album yang dirilis di tahun 1990 ini langsung cukup mendapatkan perhatian yang positif di skena musik underground pop elektronik dan cukup memberikan peningkatan awareness baik bagi Coldcut maupun Ninja Tune. 

Di tahun 1992, Ninja Tune pun akhirnya resmi menggaet Peter Quicke sebagai label manager untuk meningkatkan sistem operasi yang dijalankan dari label rekaman tersebut. Berkat kehadiran label manager baru, Ninja Tune pun melakukan bisnis dengan lebih serius. Keseriusan yang dijalani Coldcut untuk Ninja Tune akhirnya sampai ke telinga Steinski, yang merupakan musisi idola dari Coldcut. Steinski pun akhirnya memutuskan untuk merilis sebuah EP untuk proyek solonya serta juga proyek musik lainnya bernama Mass Media. Meskipun sudah berhasil mendapatkan nama besar. Ninja Tune tetap terus melakukan eksplorasi musik demi menggali potensi skena musik underground pop elektronik. Di rentang waktu 1994 hingga 1997, Ninja Tune fokus mengembangkan potensi genre industrial hip hop atau yang sekarang lebih dikenal dengan istilah trip hop.

Berkat eksplorasi musiknya tersebut, Ninja Tune pun akhirnya diklaim sebagai pionir genre musik trip hop di Inggris berkat rilisan kompilasi Funkjazztical Tricknology di tahun 1995. Dalam meramu kompilasi tersebut, Ninja Tune mencari musisi-musisi pop elektronik, hip hop, dan experimental untuk proyeknya tersebut. Dalam mendistribusikan karya-karya yang dirilisnya, Ninja Tune juga cukup dibantu dengan populernya sebuah radio show yang digawangi oleh Coldcut berjudul Solid Steel di Kiss FM London. Solid Steel merupakan acara yang sudah bergulir sejak tahun 1988 dan menjadi medium yang tepat bagi duo Coldcut untuk mempromosikan label musik baru mereka. Berkat program radio tersebut, nama Ninja Tune pun akhirnya dapat dikenal secara global melalui teknik sindikasi yang dijalankan oleh stasiun radio tersebut hingga awal tahun 2000-an.

Di tahun 2000, Ninja Tune merayakan satu dekade kehadirannya dengan merilis sebuah album kompilasi yang digarap oleh seluruh musisi yang tergabung di dalamnya. Proyek kolaborasi berjudul Xen Cuts tersebut melibatkan nama-nama di antaranya, Latyrx, The Herbaliser, Kid Koala and Luke Vibert, Clifford Gilberto, Amon Tobin, dan Funki Porcini. Selain itu, Ninja Tune juga membantu proses produksi dari album perdana Kid Koala, berjudul Carpal Tunnel Syndrome di tahun yang sama. Hadirnya album perdana dari Kid Koala yang dirilis oleh Ninja Tune juga menandakan karakteristik musik baru yang jadi fokus label rekaman tersebut di dekade milenium dengan lahirnya paduan musik pop elektronik yang dengan hip hop, funk, serta jazz. Album perdana yang Kid Koala tersebut berhasil mendapatkan pencapaian baik secara komersil bagi musisi pendatang baru dan melanjutkan kerja sama dengan Ninja Tune untuk album Some of My Best Friends Are DJs di tahun 2003 dan di tahun 2006 dengan rilisnya Your Mom's Favorite DJ.

Rilisan Ninja Tune di tahun 2001 juga berhasil meraih puncak tertingginya berkat karya terbaru Roots Manuva. Saat itu, Roots Manuva baru saja merilis album keduanya yang berjudul Run Come Save Me dan langsung dianggap menjadi salah satu album hip hop terbaik di Inggris kala itu. Di tahun 2001, Ninja Tune juga kembali membantu musisi pendatang baru untuk mendapatkan tempat di industri musik. Kala itu, kesempatan tersebut hadir kepada Luke Vibert yang fokus mengembangkan potensi genre experimental untuk pop elektronik. Bersama Ninja Tune, Luke Vibert merilis sebuah album berjudul Musipal untuk proyek musiknya yang bernama Wagon Christ. Sejak saat itu hingga kini, Ninja Tune selalu mencoba untuk menghadirkan elemen-elemen berbeda dalam skena musik pop elektronik bersama para musisi yang tergabung di dalamnya, di antaranya adalah The Cinematic Orchestra, Amon Tobin, Bonobo, Kelis, BICEP, The Bug, Machinedrum, dan Lee Bannon.

Image courtesy of Coldcut

ARTICLE TERKINI

Tags:

Article Category : Super Buzz

Article Date : 23/03/2021

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Super Buzz

Thundercat Kolaborasi Bareng Ace Hashimoto di Lagu Vaporwaves

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Machine Gun Kelly Semakin Agresif dengan Single “Daywalker!”

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Rock Out! 5 Lagu Yang Enak Didengar Sebagai Teman Olahraga

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Epitaph Records, Label Rekaman Ikonis Milik Brett Gurewitz

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Eternity Lepas Single dan MV Kedua Berjudul “Alibi”

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Penantian Tigers Jaw dalam Merilis Album Keenam

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

The Panturas Lanjutkan Paduan Dua Budaya untuk Lagu Barunya

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Bring Me The Horizon Hadirkan Lagu Remix dari Tren TikTok

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Holly Humberstone Gandeng The 1975 Matty Healy di Lagu Please Don't Leave Just Yet

Read to Get 2 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Ash Avildsen: Sumerian Records, Musik Metal, dan Asking Alexandria

Read to Get 2 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive